SERANG – RSUD dr. Dradjat Prawiranegara dikeluhkan masyarakat dari segi fasilitas dan pelayanan. Pasalnya, ketika mulai pukul 03.00 wib hingga pukul 05-00. Wib, para keluarga pasien kerap kesulitan menemui petugas medis karena tidak ada yang berjaga.
Tidak hanya itu, kondisi fasilitas ruang rawat inap pun menambah buruknya pelayanan di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara. Sebab, toilet pasien tampang kumuh akibat closet yang tidak dapat digunakan, kirain air bocor dan berdengung, serta jendela yang terlihat tidak terawat.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, Senin (22/5/2026), kondisi ruang rawat inap terlihat sangat memprihatinkan. Dinding ruangan terlihat lembab, berlumut, dan cat mengelupas seolah tak pernah mendapat perawatan.
Salah seorang keluarga pasien, Dinar mengaku kondisi AC ruangan juga rusak, karena mesin berjalan tapi udara yang keluar tidak dingin, seolah kosong dari isi freon. Parahnya lagi, unit AC tersebut bocor deras hingga airnya harus ditampung menggunakan ember. Jika tidak ditampung, air akan membanjiri seluruh lantai ruangan.
"Jendela-jendela pun tampak sangat kotor, seperti sudah lama tidak dibersihkan. Temboknya kumuh, kran air bocor, toilet bau dan closet gak berfungsi. Kalau sini hari, sulit nyari perawat yang berjaga, sepertinya tidur semua atau entah kemana. Yang jelas tidak ada petugas. Apalagi jam 4 pagi,"
Terpisah, salah seorang aktivis di Kota Serang, Iqbal memberikan kritik pedas atas kondisi ini. Menurutnya hal itu sungguh memalukan. Anggaran negara mengalir deras, tapi apa yang kita lihat? Fasilitas rusak, kumuh, tidak terawat.
"Petugas tidak ada di tempat, dipanggil berkali-kali tak ada jawaban. Di mana tanggung jawab mereka? Ini rumah sakit pemerintah, seharusnya jadi rujukan terbaik, malah kondisinya jauh di bawah standar layak," tegas Rahmat dengan nada kecewa.
Menurut Rahmat, kondisi ini sangat kontras dengan dugaan permainan anggaran yang marak dibahas belakangan ini. Uang rakyat seolah habis dibelanjakan, tapi hasilnya nol besar.
"Kami tanya ke pihak pengelola: untuk apa anggaran pemeliharaan dan pelayanan kalau kenyataannya begini? Pasien sakit makin menderita bukan karena penyakitnya saja, tapi karena fasilitas yang rusak dan pelayanan yang kosong. Kami minta Dinas Kesehatan dan pimpinan rumah sakit segera bertindak. Jangan jadikan pelayanan kesehatan rakyat sekadar formalitas saja," tambahnya.
Masyarakat berharap keluhan ini didengar, agar RSUD dr. Dradjat Prawiranegara benar-benar berubah menjadi tempat sehat, bersih, dan pelayanannya manusiawi.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar